Lokasi / Beranda / Hiburan / Tim SAR Cari Pria Tenggelam Saat Berenang Pakai "Styrofoam" di Waduk Jatiluhur
Tim SAR Cari Pria Tenggelam Saat Berenang Pakai "Styrofoam" di Waduk Jatiluhur

Seorang pria tenggelam di kawasan Waduk Jatiluhur, tepatnya di wilayah Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat saat berenang dengan alat apung styrofoam ke keramba. Kantor SAR Bandung melakukan pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana menyampaikan bahwa tim menerima laporan pada Jumat (1/17/2026) sekitar pukul 05.00 WIB dari Kasat Polairud Polres Purwakarta, AKP Jamal Nasir.
Tim kemudian melakukan koordinasi dengan UUS Karawang dan Satpolairud Polres Purwakarta.
Setelah dinyatakan valid, Kantor SAR Bandung memberangkatkan tim rescue dari USS Karawang menuju lokasi kejadian, lengkap dengan peralatan SAR air, alat komunikasi, serta peralatan keselamatan personel guna mendukung proses pencarian.
"Setelah menerima informasi dan memastikan validitas kejadian, kami langsung mengerahkan Tim Rescue USS Karawang untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban," kata Ade dalam keteranganya, Sabtu (18/7/2026).
Dari informasi yang diterima, perstiwa korban tenggelam ini terjadi pada Kamis (16/7/2026) sekitar 17.30 WIB.
Korban berenang dari keramba menuju keramba lainnya dengan menggunakan alat apung berupa styrofoam.
Namun, saat berada di antara dua keramba, alat apung tersebut terlepas sehingga korban tenggelam. Hingga saat ini, korban belum ditemukan.
Korban diketahui bernama Riyanto (21), warga Dusun Karangmulya, Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang.
Tim Rescue USS Karawang tiba di lokasi dan selanjutnya melaksanakan operasi pencarian bersama unsur yang terlibat, yaitu Satpolairud Polres Purwakarta.
Operasi didukung dengan satu unit rescue car double cabin, satu set peralatan SAR air, alat komunikasi, serta APD personel.
"Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di perairan agar selalu mengutamakan keselamatan, menggunakan alat pelindung diri seperti pelampung, serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar untuk meminimalisir risiko kecelakaan di perairan," kata Ade.
Operasi SAR akan terus dilaksanakan hingga korban ditemukan atau sesuai dengan prosedur operasi pencarian dan pertolongan yang berlaku.
Sebelumnya — Khofifah Telat Hampir 2 Jam ke Pasar Murah, Warga Pamekasan Sabar Menunggu demi Sembako Murah
Selanjutnya — Polisi Ungkap Siswa MAN 3 Padang Bawa 4 Bom Rakitan, 1 Meledak
Artikel Terkait
- IATA: Penerbangan Ramah Lingkungan Mahal dan Maskapai Tak Sanggup Tanggung Sendiri
- Efisiensi dan Keamanan Jadi Prioritas Memilih Pemanas Air Listrik
- Pasar Kripto Bergerak Datar, Futures jadi Pilihan Alternatif Strategi
- Sudewo Bantah Terima Rp 450 Juta, Jaksa KPK Fokus Buktikan Peran Nur Widayat
- Bupati Lombok Barat Tiba di KPK Usai Kena OTT
- Polda Metro Hormati 3 Gugatan Praperadilan Roy Suryo, tapi Ingatkan soal Penundaan Perkara
- Marak Truk Tabrak Jembatan di Jakarta, Berapa Batas Tinggi Maksimal?
- Motor Listrik Murni Buatan Indonesia Dinilai Belum Realistis
