Lokasi / Beranda / Berita / Penyebab Kebakaran Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi Masih Diselidiki
Penyebab Kebakaran Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi Masih Diselidiki

"Kalau dugaan sementara kami belum tahu. Masih dalam penyelidikan kepolisian. Saat ini masih proses pemadaman," kata Komandan Regu Pleton 3 Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, Bohir, saat ditemui di lokasi, Rabu.
Untuk mengendalikan kobaran api, Disdamkarmat Kabupaten Bekasi mengerahkan puluhan personel beserta sejumlah armada pemadam kebakaran.
Pada tahap awal, empat unit mobil pemadam diterjunkan ke lokasi.
Seiring besarnya kobaran api, armada kemudian ditambah dengan bantuan dari Pos Cikarang Selatan, Pos Pemda, dan TNI sehingga total sekitar delapan unit mobil pemadam dikerahkan.
"Ada bantuan armada dari Pos Cikarang Selatan, Pos Pemda, serta bantuan dari TNI sehingga total sekitar delapan unit," ujar Bohir.
Meski demikian, upaya pemadaman sempat terkendala kemacetan lalu lintas karena kebakaran terjadi bertepatan dengan jam pulang kerja.
"Kendala terbesar adalah kemacetan. Armada dari Mako Cikarang Barat dan Stadion Wibawa Mukti sempat terhambat di jalan," kata dia.
Kemacetan di Jalan Raya Kedungwaringin bahkan mengular hingga lebih dari lima kilometer sehingga mobil-mobil pemadam harus berjuang menembus kepadatan kendaraan untuk mencapai lokasi kebakaran.
"Saat ini proses pemadaman masih berlangsung. Kami juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala," ujar Bohir.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, sebagian area yang terbakar telah berhasil dipadamkan. Namun, puing-puing bangunan yang hangus masih berserakan, sementara kepulan asap terus membumbung dari sejumlah titik.
Dua unit mobil yang ikut terbakar tampak hanya menyisakan kerangka. Sementara itu, tumpukan kayu dan palet masih membara sehingga petugas terus menyemprotkan air untuk mencegah api kembali membesar.
Di tengah proses pemadaman, aliran listrik di kawasan terdampak juga dipadamkan guna mendukung operasi pemadaman sekaligus mengantisipasi potensi bahaya bagi petugas maupun warga sekitar.
Sebelumnya — Ampas Kopi Gayo "Disulap" jadi Kemasan Pangan Ramah Lingkungan
Selanjutnya — Dominik Szoboszlai Perpanjang Kontrak di Liverpool hingga 2031
Artikel Terkait
- Polri Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Sepolwan di Lembang dan Ciputat
- Takhayul Bikin Rumah Angker Sulit Laku di Jepang, Apa Solusinya?
- Selamat dari Upaya Penyelundupan, 124 Ekor Burung Dikembalikan ke Habitatnya di Bali
- Balas Trump, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
- Waka MPR Kecam Pemerkosaan Lansia di Grobogan, Desak Hukum Maksimal
- Warga Terusik gegara Content Creator Promosi Miras di Ruang Publik
- Polisi Selidiki Kematian Pengacara yang Jatuh dari Lantai 46 Apartemen
- Akan Ada 214,3 Juta Pemilih pada Pemilu 2029, Milenial Mendominasi
