Lokasi / Beranda / Hiburan / Peredaran Pod Getar dan Happy Water di Bogor Sasar Perumahan Elite
Peredaran Pod Getar dan Happy Water di Bogor Sasar Perumahan Elite

Satnarkoba Polres Bogor mengungkap peredaran narkoba berbentuk cair untuk rokok elektrik atau dikenal pod getar di Gunung Putri dan Citereup, Kabupaten Bogor. Narkoba jenis baru ini dibanderol mulai dari Rp 6 juta dan beredar di kawasan elite.
"Nah ini ternyata barang ini sudah masuk di wilayah Kabupaten Bogor dan kita temukan di wilayah yang tingkat ekonominya cukup tinggi," kata Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto dalam konferensi pers, Senin .
"Kasus ini ditemukan di wilayah Gunung Putri dan Citereup, dimana kita ketahui terdapat perumahan-perumahan yang cukup elit di sekitaran wilayah tersebut," sambungnya.
Dalam kasus ini, diamankan pengedar inisial EJ dengan barang bukti 65 cartridge atau cairan untuk rokok elektrik dan 70 bungkus happy water. EJ mengaku sudah beraksi selama dua bulan di Bogor.
"Pelaku ini sudah mengedarkan selama dua bulan di wilayah Kabupaten Bogor. Nah ini cukup menarik karena seperti kita ketahui, etomidate ini cukup mahal. Di mana kemasannya berbentuk cartridge yang digunakan untuk vape," kata Wikha.
Wikha menyebut, pelaku EJ menjual satu buah cartridge berisi etomidate dengan harga Rp 4-6 juta.
"Dipasarkan harganya cukup fantastis, di mana 1 cartridge ini harganya berkisar Rp 4-6 juta. Ini yang kita temukan harganya Rp 6 juta. Jadi bisa bayangkan ini dipakai untuk rokok elektrik yang mungkin hanya dipakai 40 kali hisap lah untuk 1 cartridge ini dan harganya Rp 4-6 juta," imbuhnya.
Lihat Video 'Ledakan Terjadi di Perumahan Elite Medan, Rumah Hancur':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya — Kawal Kunker Wapres di Palembang, Polda Sumsel Jamin Aktivitas Warga Lancar
Selanjutnya — Hasil Japan Open 2026: Bekal Berharga Ubed dari Anders Antonsen
Artikel Terkait
- Ukraina Serang Gudang Raksasa E-Commerce Rusia, 8 Orang Tewas
- BYD M6 DM Catat Efisiensi 92 KM per Liter di Semarang, Lengkapi Uji Konsistensi Teknologi DM di Karakter Jalan Berbeda
- Andre Rosiade ke Hotman: Jangan Kaitkan Kasus Febrie dengan Presiden Prabowo
- Polda Sumsel Dirikan Kafe Buruh Presisi, Jadi Ruang Dialog Ketenagakerjaan
- Harga Pasaran Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026
- Menkum: Tarif Lepas WNI Hanya untuk 300 Orang, Apa yang Perlu Kita Resahkan?
- Karim Adeyemi Selangkah Lagi Gabung Barcelona, Pelatih Dortmund Sudah Ucapkan Selamat Tinggal
- BPBD Ungkap Kekeringan di Sukabumi Sebabkan 4 Kecamatan Krisis Air Bersih
