Lokasi / Beranda / Kesehatan / Bahlil Ungkap Target Produksi Blok Masela Dimulai 2029: Investasi Besar Banget
Bahlil Ungkap Target Produksi Blok Masela Dimulai 2029: Investasi Besar Banget

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa mega proyek gas abadi Blok Masela akhirnya resmi memasuki babak baru setelah sempat mandek selama puluhan tahun.
Bahlil mengungkapkan, proyek yang berlokasi di Kepulauan Tanimbar, Maluku, ini telah melewati masa penantian panjang lintas generasi kepemimpinan di Indonesia.
"Kan sudah tahu bahwa Blok Masela ini sudah 28 tahun, dari tahun 1998 sudah ada dan itu sudah melewati enam Presiden. Berakhir di Presiden ke-8, Presiden Prabowo," ujar Bahlil usai menghadiri Musdah XI Partai Golkar di Makassar, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Bahlil, proyek ini sebenarnya sempat akan dieksekusi pada tahun 2005, di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan dilanjutkan pada masa Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Namun, eksekusi tersebut terus tertunda akibat perdebatan berkepanjangan mengenai skema pengembangan proyek, apakah akan dilakukan di laut (offshore) atau di darat (onshore).
Bahlil menyayangkan perdebatan tersebut karena nilai investasi dan potensi pendapatan negara dari proyek ini sangat fantastis.
"Perdebatan itu tak kunjung selesai. Sementara ini investasi besar, 21 miliar dollar AS dan menghasilkan 1.200 MMSCFD gas serta 35.000 barel minyak per hari. Kalau ini terus menjadi perdebatan, kapan selesainya? Padahal dampaknya itu kita akan mendapatkan pendapatan negara ketika dia jalan," tegasnya.
Arahan Presiden Prabowo dan Target Produksi 2029-2030
Bahlil menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas kepadanya untuk segera menyelesaikan semua hambatan dan mengeksekusi proyek strategis nasional ini.
Dia menilai, dalam kurun waktu satu tahun, pihaknya berhasil menyelesaikan proses pembersihan kendala atau clearance hingga proyek tersebut akhirnya resmi memulai peletakan batu pertama atau groundbreaking.
"Atas arahan Bapak Presiden Prabowo memerintahkan kepada saya untuk segera mengeksekusi. Dan alhamdulillah, satu tahun saya meng-clearance dan kemudian sudah kemarin groundbreaking," kata Bahlil.
Dengan dimulainya tahapan konstruksi pasca-ground breaking, Bahlil optimistis proyek raksasa ini akan mulai berproduksi pada akhir dekade ini.
"Dengan ground breaking itu maka tahapan umumnya sudah mulai jalan. Dan diperkirakan selesai, Insya Allah 2029–2030 sudah mulai produksi. Dan itu besar, investasinya besar banget ya," pungkasnya.
Sebelumnya — Roy Suryo Gugat Ganti Rugi Rp 210 Juta, Refly Harun: Akan Disumbangkan ke Panti Asuhan
Selanjutnya — Kemeriahan Pelajar dan Emak-emak Sambut Kedatangan Prabowo di Malang
Artikel Terkait
- Kekasih Lamine Yamal Unggah Pesan Manis usai Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ini Isinya
- Groundbreaking Abadi Masela Digelar Usai 28 Tahun, Bahlil Apresiasi Prabowo
- Gagal Ikut Ujian Skripsi, Mahasiswi UNG Laporkan Ketua Jurusan ke Ombudsman
- Cak Imin Minta Relawan Lihat dan Belajar Cara Penanganan Bencana dari Jepang
- Patroli Gabungan, Petugas Tutup 20 Lubang Tambang Emas Ilegal di Kawasan PT Antam Bogor
- Militer China-Filipina Bentrok di Laut China Selatan, 1 Orang Luka
- Pasca-ledakan Gudang Amunisi Madiun, RSUD Caruban Dijaga Ketat dan Akses Publik Dibatasi
- Bamsoet Dorong Tarung Derajat Jadi Pilar Ketahanan Mental Generasi Muda
