Timber Compass

Lokasi / Beranda / Olahraga / Layanan Penyeberangan Perintis NTT Kembali Dibuka, Akses 3T Pulih

Layanan Penyeberangan Perintis NTT Kembali Dibuka, Akses 3T Pulih

Waktu 2026-07-29 19:06:37 · Sumber Timber Compass

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa penyeberangan, menyatakan siap mengoperasikan kembali layanan angkutan penyeberangan perintis di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai Senin (20/7/2026). Pengoperasian kembali dilakukan setelah adanya arahan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi kepada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTT agar layanan kembali dijalankan.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan layanan transportasi di wilayah kepulauan yang bergantung pada moda penyeberangan, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok antarpulau, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"ASDP siap mengoperasikan kembali layanan penyeberangan perintis sesuai arahan pemerintah. Bagi masyarakat di wilayah kepulauan, khususnya daerah 3T, layanan ini merupakan penghubung utama aktivitas sosial dan ekonomi," ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo, melalui rilis pers, Minggu (19/7/2026).

"Kami bergerak cepat menyiapkan armada, sumber daya manusia, dan dukungan operasional agar masyarakat kembali memperoleh akses transportasi yang aman, andal, dan berkelanjutan," lanjutnya.

Heru mengatakan, penyeberangan perintis tidak hanya berfungsi sebagai layanan transportasi, tetapi juga menjadi penghubung aktivitas masyarakat sekaligus jalur distribusi kebutuhan pokok antarpulau.

Operasional Kembali Setelah Penghentian Sementara

ASDP menyatakan telah berkoordinasi dengan regulator untuk menyiapkan pengoperasian kembali layanan tersebut.

General Manager ASDP Cabang Kupang Ardhani Friandy mengatakan, operasional angkutan penyeberangan perintis di sejumlah lintasan NTT sebelumnya dihentikan sementara sejak 1 Juli 2026 berdasarkan pemberitahuan dari BPTD Kelas II NTT selaku regulator.

"Namun, kami tetap menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan, BPTD Kelas II NTT, serta pemerintah daerah guna memastikan kesiapan operasional apabila layanan kembali ditugaskan," ujar Ardhani.

Ia menambahkan, sesuai arahan pimpinan, ASDP telah menyiapkan seluruh aspek operasional, mulai dari armada, awak kapal, hingga dukungan pelayanan di pelabuhan sesuai ketentuan regulator.

Dengan kesiapan tersebut, proses pengoperasian kembali diharapkan dapat berlangsung secara aman, tertib, dan andal.

Sejumlah Lintasan Kembali Beroperasi

Pengoperasian kembali mencakup sejumlah lintasan penyeberangan perintis di wilayah kerja ASDP Cabang Kupang dan Cabang Sape.

Di Cabang Kupang, KMP Ile Mandiri akan melayani lintasan Larantuka–Solor, Solor–Lewoleba, Adonara (Deri)–Baranusa, Baranusa–Bakalang, dan Bakalang–Kalabahi.

Sementara itu, KMP Uma Kalada akan kembali beroperasi di lintasan Raijua–Sabu dan Waingapu–Raijua. Namun, pengoperasiannya masih dipengaruhi kondisi cuaca ekstrem.

Selanjutnya, KMP Ile Ape akan melayani lintasan Kewapante–Palue, Palue–Marapokot, Kewapante–Pemana, dan Kewapante–Pulau Besar. Adapun KMP Namparnos melayani lintasan Kalabahi–Pulau Pura, Pulau Pura–Teluk Gurita, dan Teluk Gurita–Maritaing.

Di Cabang Sape, KMP Komodo akan kembali melayani lintasan Labuan Bajo–Pulau Rinca, sedangkan KMP Cucut mengoperasikan lintasan Labuan Bajo–Waingapu.

ASDP menyatakan sebagai BUMN transportasi yang mendapat penugasan pemerintah, perusahaan berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang selamat, aman, nyaman, dan andal, sekaligus menjaga aksesibilitas masyarakat di wilayah kepulauan melalui koordinasi dengan regulator dan para pemangku kepentingan.

Sebelumnya — Perkara Klakson Berujung Konflik Antar-tetangga hingga Digotong Paksa

Selanjutnya — Jalan Kaki Menyusuri Sunda Kelapa

Artikel Terkait