Lokasi / Beranda / Olahraga / Wanita Difabel di Jaksel Diperkosa hingga Hamil, Polisi Buru Pelaku
Wanita Difabel di Jaksel Diperkosa hingga Hamil, Polisi Buru Pelaku

Wanita disabilitas berinisial DH di Jagakarsa, Jakarta Selatan, menjadi korban pemerkosaan hingga hamil. Polisi tengah memburu sosok pelaku.
"Pelakunya kita cari, ya. Jadi yang bertopi, ya ada di situ kita cari," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, dilansir Antara, Senin .
Nurma mengatakan pihaknya telah memeriksa rekaman kamera CCTV di lokasi. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk mengungkap pelaku.
Menurut Nurman, polisi juga telah memeriksa korban. Namun korban yang tunawicara memiliki keterbatasan dalam menjelaskan ciri-ciri pelaku.
Pada Juni 2026, korban diketahui telah melahirkan seorang bayi. Karena tidak mampu merawat bayi tersebut, ayah korban yang bekerja sebagai pengemudi ojek daring kemudian menyerahkannya ke Dinas Sosial.
"Saya dapat informasi langsung dari bapak korban bahwa memang bayi tersebut sudah ditaruh di atau diserahkan ke Dinas Sosial. Ya, kemarin setelah dia melahirkan," kata Nurma.
Kasus ini juga viral di media sosial. Korban membuat laporan pada April 2026. Pada 2 Juni 2026, korban melahirkan seorang bayi laki-laki di Rumah Sakit Aulia Jagakarsa.
Simak Video 'Kejinya Pria Solo Perkosa Putri Kandung Dua Kali Sepekan Selama 9 Tahun':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya — Blue Bird Gandeng Innova Zenix Hybrid, Angkat Bicara Soal Kritik
Selanjutnya — Gunung Anak Krakatau Siaga, Disparekraf Lampung Evaluasi Festival Krakatau 2026
Artikel Terkait
- Bupati Lombok Barat Tiba di KPK Usai Kena OTT
- Peredaran Pod Getar dan Happy Water di Bogor Sasar Perumahan Elite
- Serang Polisi Pakai Sajam, Bandar Narkoba di Riau Dilumpuhkan
- Miris, Pria Bawa Bayi Kepergok Mau Curi Kosmetik di Minimarket Jakbar
- 4 Pemimpin Dunia yang Akan Hadiri Final Piala Dunia 2026, Siapa Saja?
- Trump Kenakan Tarif Dagang Baru pada Kanada, Ottawa Siapkan Balasan
- Permintaan Pertalite Naik, BPH Migas Minta Masyarakat Tak "Panic Buying"
- Merapi Belum Aman Didaki, BPPTKG Ungkap Risiko Erupsi Eksplosif
